Keuntungan dan Risiko Full Range vs. Custom Price Range di Sidra DEX
Penyediaan likuiditas di Sidra DEX mengikuti model Automated Market Maker (AMM) seperti Uniswap V3, yang memungkinkan pengguna memilih antara Full Range atau Custom Price Range. Kedua strategi ini memiliki keuntungan dan risiko yang berbeda, yang perlu dipahami sebelum menyediakan likuiditas.
1. Full Range: Keuntungan dan Risiko
✅ Keuntungan:
- Selalu Aktif → Likuiditas tetap tersedia di semua harga, sehingga aset selalu digunakan dalam transaksi.
- Tidak Perlu Pemantauan → Tidak perlu menyesuaikan rentang harga secara berkala.
- Cocok untuk Pemula → Lebih sederhana karena tidak memerlukan strategi penyesuaian harga.
⚠️ Risiko:
- Impermanent Loss Tinggi → Semakin luas rentang harga, semakin besar risiko selisih nilai aset saat menarik likuiditas.
- Pendapatan Fee Lebih Rendah → Karena likuiditas tersebar di seluruh harga, volume transaksi per unit likuiditas lebih rendah.
- Kurang Optimal untuk Pasar Stabil → Jika harga token relatif stabil, Full Range bisa kurang menguntungkan dibanding Custom Range.
2. Custom Price Range: Keuntungan dan Risiko
✅ Keuntungan:
- Fee Trading Lebih Besar → Likuiditas terkonsentrasi dalam rentang tertentu, meningkatkan peluang mendapatkan fee lebih tinggi.
- Impermanent Loss Lebih Rendah → Jika harga tetap dalam rentang yang ditentukan, selisih nilai aset lebih kecil saat menarik likuiditas.
- Lebih Efisien di Pasar Stabil → Cocok untuk aset yang bergerak dalam rentang harga tertentu tanpa fluktuasi ekstrem.
⚠️ Risiko:
- Likuiditas Bisa Tidak Aktif → Jika harga keluar dari rentang, aset tidak digunakan dalam transaksi dan tidak menghasilkan fee.
- Perubahan ke Satu Token → Jika harga bergerak terlalu jauh, likuiditas bisa berubah menjadi satu jenis token (mekanisme dijelaskan di bawah).
- Butuh Pemantauan Aktif → Perlu menyesuaikan rentang harga secara berkala untuk tetap mendapatkan fee dari trading.
3. Mekanisme Perubahan ke Satu Token
Dalam Custom Range, jika harga keluar dari rentang yang ditentukan:
- Jika harga turun di bawah rentang → Semua likuiditas berubah menjadi token yang lebih murah.
- Jika harga naik di atas rentang → Semua likuiditas berubah menjadi token yang lebih mahal.
- Akibatnya: Likuiditas Anda tidak aktif sampai harga kembali ke dalam rentang.
Contoh:
Misalkan Anda menyediakan likuiditas di pasangan EWM/SDA dengan rentang harga 0.2943 SDA – 0.3597 SDA:
- Jika harga EWM turun di bawah 0.2943 SDA, semua likuiditas Anda akan berubah menjadi EWM.
- Jika harga EWM naik di atas 0.3597 SDA, semua likuiditas Anda akan berubah menjadi SDA.
Saat berada di luar rentang ini, likuiditas Anda tidak digunakan dalam transaksi hingga harga kembali ke dalam batas yang ditentukan.
4. Cara Menghitung Rentang Harga
Untuk menentukan rentang harga ±10%, gunakan rumus berikut:
- Batas bawah (Lower Bound) = Harga Saat Ini - (Harga Saat Ini × 10%)
- Batas atas (Upper Bound) = Harga Saat Ini + (Harga Saat Ini × 10%)
Contoh Perhitungan Rentang 10% dari Harga EWM/SDA = 0.326997:
- Batas bawah = 0.326997 - (0.326997 × 10%) = 0.2943 SDA
- Batas atas = 0.326997 + (0.326997 × 10%) = 0.3597 SDA
Jika ingin menentukan rentang ±5% atau ±20%, cukup mengganti angka 10% dalam perhitungan di atas.
Kesimpulan: Pilih yang Mana?
- Full Range → Cocok untuk pengguna yang ingin kemudahan tanpa pemantauan, tetapi dengan risiko impermanent loss lebih tinggi dan fee lebih kecil.
- Custom Range → Lebih optimal bagi pengguna yang ingin memaksimalkan fee dan mengurangi impermanent loss, tetapi membutuhkan pemantauan harga secara aktif.
Jika Anda ingin strategi yang lebih stabil, Custom Range dengan pemantauan berkala lebih direkomendasikan. Namun, jika ingin kenyamanan tanpa harus sering menyesuaikan rentang, Full Range bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Semoga tulisan ini membantu Anda memahami strategi likuiditas di Sidra DEX!